Menu Close

Daftar Daerah Tunda Sekolah Tatap Muka 2021 Dan Ideas Bagi Orangtua Mempersipkan Anak Kembali Sekolah On-line

Hasilnya, terdapat seventy eight,3% dari sekitar 50 ribu Sekolah Dasar yang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka. Kabar baik pembelajaran tatap muka ini sangat diharapkan oleh orang tua wali terutama siswa-siswa yang menginginkan proses pembelajaran tatap muka segera dilaksanakan. Ia mencontohkan daerah Kudus dan Jawa Tengah dengan lonjakan kasus yang sangat drastis.

Kapan sekolah tatap muka akan dilaksanakan

Anak harus dipastikan sudah membawa masker, handsatizer, minuman dan bekal agar tidak jajan di kantin. Meski begitu, Nilam mengatakan sekolah wajib menghentikan PTM terbatas jika ditemukan kasus Covid-19 di satuan pendidikan tersebut. Langkah ini demi melindungi siswa, serta guru dan tenaga kependidikan dari penularan Agen PAY4D Covid-19. Adanya PPKM Darurat membuat tujuh provinsi wajib melakukan pembelajaran jarak jauh . Di antaranya DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Daerah-daerah ini tidak diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka terbatas hingga PPKM Darurat berakhir.

PIKIRAN RAKYAT – Saat ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi masih memikirkan soal aktivitas sekolah tatap muka. “Satuan pendidikan yang berada pada daerah yang tidak menerapkan PPKM Mikro zona merah tetap menyelenggarakan PTM Terbatas sesuai SKB Empat Menteri,” ucapnya. Anwar Jalil mengatakan sesuai instruksi Wali Kota Lhokseumawe yang diterima kemarin tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat stage tiga di Lhokseumawe, disebutkan PTM bisa dilaksanakan sistem shift bagi SMA dan SMK. Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Abdoel Harris Jakin menilai, kedatangan warga yang berniat suntik vaksin ke Citimall Sampit merupakan salah satu bentuk meningkatnya kesadaran masyarakat. Selain meninjau vaksinasi untuk pelajar di Gedung Mulya Samata Kecamatan Somba Opu, Adnan juga meninjau pelaksanaan vaksinasi massal yang dilaksanakan oleh Badan Intelijen Negara Istana Mapala Pangkabinanga Pallangga.

Untuk hal ini, Nadiem minta keterlibatan dari pemerintah dan keamanan daerah setempat turut serta dalam pengawasan pembelajaran tatap muka. Jakarta, Beritasatu.com – Rencana relaksasi pendidikan, yakni mengizinkan pertemuan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 apakah tetap dilaksanakan atau ditunda? Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sempat menyatakan, PTM bisa dilaksanakan dengan aturan yang ketat. “Dengan masih banyaknya orang keluar masuk ke Kota Pariaman, apalagi masih dalam suasana lebaran membuat proses PBM secara tatap muka harus kita geser menjadi tanggal 2 Juni 2021. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik kita, agar mereka terhindar dari penularan Covid-19 ini”, sambungnya.

“PTM sejak awal diterapkan dengan pengawasan protokol ketat. Di antaranya, semua guru dan wali murid telah dua kali menjalani vaksinasi, dan PTM hanya dilakukan dua kali dalam seminggu,” jelas Widya. Itulah mengapa, kata Jumeri, penyelenggaraan PTM terbatas tidak akan dipaksakan berlangsung secara serentak di semua sekolah. Para orangtua murid juga masih bisa memutuskan anaknya tidak datang ke sekolah dan memilih mengikuti pembelajaran jarak jauh. Karena itu, Jumeri meminta para pengelola sekolah mengoptimalkan penggunaan ruang di fasilitas pendidikan.

Sebagaimana diketahui, selama PPKM Level 4 berlangsung di wilayah Jakarta, seluruh Kegiatan Belajar Mengajar harus dilaksanakan secara daring dan tidak diperkenankan untuk dilakukan secara fisik. Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia , Fahriza Marta Tanjung, mengatakan, rencana PTM pada Januari 2021 harus dipikirkan dengan cermat. Pemerintah daerah harus belajar dari pondok pesantren yang menjadi klaster baru Covid-19.

Wacana dibukanya sekolah tatap muka pada Juli 2021 mendatang menimbulkan berbagai dilema di masyarakat, utamanya karena pandemi COVID-19 belum usai. Kasus harian COVID-19 yang melonjak tajam justru mengharuskan pemerintah melakukan PPKM Mikro di wilayah tertentu. Menurutnya, sekolah di zona hijau diperbolehkan untuk menggelar PTM terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Saat ini kasus positif Covid-19 melonjak di beberapa wilayah di Indonesia. Sementara pembelajaran tatap muka terbatas untuk siswa di sekolah akan digelar pada Juli mendatang.

Sekolah tatap muka bagi sekolah tertentu di Kabupaten Sidrap, rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Pihak sekolah harus mengetahui riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 atau riwayat kontak dengan orang yang terpapar Covid-19 dari siswa dan pengajar. “Sekolah wajib melakukan pendataan, kalau zona merah sudah pasti tidak boleh melaksanakan PTM terbatas,” ujarnya. “PTM harus dimulai karena sudah cukup lama belajar di rumah. Banyak hal yang harus diantisipasi saat BDR, yaitulearning lossdan penguatan pendidikan karakter yang saat ini menjadi fokus pemerintah,” jelas Sri. Bagi siswa yang tinggal di daerah plosok dan tidak memiliki listrik tentu menjadi kendala ,misal saja didaerah yang termasuk kota mungkin saja untuk menjamah internet sangat mudah dan harga kuota dikota sangatlah terjangkau.

Bahkan, permasalahan domestik mulai dari stres yang disebabkan terlalu banyak berinteraksi di rumah dan kurang keluar rumah. “Pendidikan dan kesehatan, kedua sektor ini merupakan investasi bangsa yang besar untuk 10, 20, sampai 30 tahun ke depan. Saya merasa sangat terharu dan mendukung agar proses pembelajaran ini kembali seperti normal. “Dengan kondisi saat ini dan hasil rapat bersama antara satgas, kita putuskan saat ini sementara tidak dilanjutkan piloting tatap muka nanti sambil menunggu situasi di DKI Jakarta,” kata Widyastuti.

Nadiem juga mengatakan, bahwa hal ini di karenakan banyaknya permintaan dari pemangku kepentingan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka. Dalam pembukaan sekolah ini, pemerintah daerah yang diberikan kewenangan secara penuh terkait mana satuan pendidikan yang boleh dibuka dan yang tidak. Nadiem menambahkan, bahwa hal ini di karenakan banyaknya permintaan dari pemangku kepentingan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sekolah yang ingin menjalankan pembelajaran tatap muka harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, tidak saja 3M tapi harus 5M, selain mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak, juga harus menerapkan menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Perencanaan sekolah tatap muka terbatas yang memperhatikan penerapan protokol kesehatan pun tidak kalah penting. Salah satu yang patut menjadi fokus sekolah adalah memastikan semua guru dan murid bisa menjaga jarak fisik secara disiplin.